Social Icons

Pages

Rabu, 16 Oktober 2013

Pengabdian Perempuan untuk Profesinya



“Maksud saya, mengatasi kemiskinan , sistem sosial, dan adat jauh lebih mendesak daripada membuat kemajuan dalam perawatan medis,” – ginko (hal. 287)



Ada banyak kisah hidup perjuangan perempuan di dunia melawan patriarki, dan yang bermain cantik salahsatunya adalah Ginko Ogino  (1851-1913). Mengidap penyakit yang begitu aib tidak membuatnya menyerah pada keadaan. Apa yang tidak mematikan malah membuatnya kian kuat. Sakit dan perih melecutnya menjadi seseorang dengan profesi terhormat, di mana belum ada satupun perempuan Jepang meraihnya; berhasil menerobos birokrasi Meiji demi secarik lisensi kedokteran dan membuka klinik kebidanan dan ginekologi.



Menjadi sukses adalah balas dendam yang terbaik terhadap mereka yang mencela, mencibir dan meragukan. Ginko berhasil meraih cita-cita dengan tekad dan bantuan orang-orang terdekat. Sekali lagi terbukti, di ujung curam kemustahilan, anak manusia mampu membelokkan keadaan dan melompat jauh. Ginko lulus pada 1882, dan diperbolehkan  mengambil ujian praktisi medis pada 1885, di tengah lingkungan berdominasi lelaki.

Namun kisah tidak berhenti sampai di situ. Satu masalah selesai untuk menghadapi masalah berikutnya. Menjadi dokter adalah pintu yang membuka jalan, untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar berjuang mendapatkan pengakuan. Bahwa ketika seorang perempuan menggeluti profesi tertentu, ia bertindak integral. Menjadi dokter bukan hanya mengobati, tapi juga merawat dan menjalin komunikasi, turun ke lapangan, berusaha masuk ke kehidupan pasien, meski hanya untuk memaksa mereka menjaga kebersihan; memastikan mereka baik-baik saja. 

Akhirnya, Ginko mengajarkan, betapapun jauh berlayar, perempuan pun harus kembali ke profesi utamanya yang mulia. Profesi yang pernah membentuk seorang Ginko Ogino. (ark)
  
 ======================

Judul:                    Ginko - Novel menyentuh tentang dokter perempuan pertama di  
                              Jepang
No. ISBN:             9789790243958
Penulis:                Jun’ichi Watanabe
Penerbit:              Serambi
Tanggal terbit:     November - 2012
 Halaman:            464

========================

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text