Social Icons

Pages

Minggu, 18 Desember 2016

SIWA: Kisah Mitologi Untuk Hari Ini

Judul buku: Siwa (Shiva Trilogy #1)
Penulis: Amish Tripathi
Penerjemah: Desak Nyoman Pusparini
Penyunting: Shalahuddin Gh
Penggambar sampul: Umam Bucah
Penerbit: Javanica
ISBN: 978-602-6799-15-9
Cetakan pertama, Oktober 2016

Penyampaian kembali ide – ide dari manuskrip suci ke dalam sastra yang  menyasar pembaca hari ini memang harusnya tidak sekadar berkemas kekinian, memercikan kesegaran di sanasini, tapi juga harus dikembalikan ke dalam semangat sejatinya. Ia membawa makna yang masih relevan menembus milenium. India pernah menyumbang kejayaan peradaban dunia, jadi harus ada menyisakan sesuatu habis membaca karya kotemporer yang mengangkat kembali naskah-naskah klasiknya. Kalau tidak, di mana gregetnya? Kau sudah meminjam kekuatan dewa, kalau tidak menggetarkan gunung, menggulung samudera, ya buat apa?  




Siwa digambarkan sebagai sosok eksentrik. Kesukaan saya. Anti-hero. Pengisap ganja. Perenung nan filosofis bersama guru-guru dalam refleksinya. Tokoh-tokoh perubahan memang anti kemapanan, merombak aturan, hukum, norma yang dianggap tidak adil terhadap sebagian kelompok masyarakat. Apalagi terhadap pujaan hatinya, layak diperjuangkan, galau gelisah gemas ingin berbuat sesuatu, tidak puas hanya lewat doa, harus juga dengan tangannya. But then again, Siwa (pada waktunya nanti) adalah Dewa  Penghancur,  melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak lagi.

Alam sudah disediakan untuk kreatifitas manusia. Ada tempaan-tempaan teknologi yang dapat dipelajari untuk pengembangan dari senjata-senjata yang memendarkan kekuatan-kekuatan super. Ramuan-ramuan magis pendongkrak kekuatan, pemanjang usia, merupakan capaian budidaya yang dapat dikaji diteliti diujicobakan untuk kita pilih demi kebaikan umat manusia. 

Amish punya misi menceritakan kembali epos kuno ke hadapan pembaca cerewet seperti saya yang dengan sok tahu bisa langsung gugel untuk cari konfirmasi. Ini kisah perjalanan seorang anak manusia penting dalam sejarah yang menjemput takdirnya menjadi paripurna. Di ketenggelaman riuh rendah Ibukota kerap saya membaca. Jadi sodorkan jangan hanya keajaiban, sekadar mukjizat, deskripsi menakjubkan, Saya butuh sisi yang lain. Dan buku ini mengetengahkannya. Sisi lain dari kisah mitologi yang meninggalkan catatan-catatan penting untuk inspirasi manusia modern.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text