Social Icons

Pages

Jumat, 06 Februari 2015

Hujanlah Lain Hari… Karena Payungku Tak Mengembang


Cerita diawali dengan intrik-intrik dalam keluarga  Jangwoo yang memegang teguh kejujuran walau hidup dalam  kekurangan. Awal pertemuan Shim Jangwoo dan Geum Janhwa saat kecil karena ayah mereka bersahabat. Tragedi yang menimpa orangtuanya bersamaan dengan langit yang menangis, membuat Jangwoo benci pada hujan.

Rabu, 28 Januari 2015

Kendalikan Winterflame, Kuasai Vandaria!

Jika kau tinggal di kota yang dipaksa kejam akibat abainya para pemimpin, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merawat persekutuan solid. Sedikitnya dengan 2 orang. Karena kau tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Dikejutkan kondisi-kondisi yang melecut ke kejadian berikutnya, menyelesaikan satu masalah untuk menghadapi masalah berikutnya, begitu seterusnya. Bertahan hidup lebih seru jika dilalui bersama sahabat seperjuangan. 

Rabu, 18 Juni 2014

Pesantren Pusat Perjuangan

Mengajak hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bukannya tanpa perhitungan yang matang. Semangat muda meluap diselip amarah meletup kerap berakibat gerak jadi tak elok, cenderung ceroboh, lalu masuklah ke perangkap.


Senin, 17 Maret 2014

Memangnya Apa yang Bisa Dipelajari dari Masjumi?

Judul: Belajar dari Partai Masjumi | Penulis: Artawijaya | Penerbit: Pustaka Al Kautsar, Februari 2014 |  sumber foto: hidayatullah.com
Apa yang bisa dipelajari, dari partai yang baru lima tahun berdiri mampu menjadi tiga besar partai politik di pemilu paling demokratis dalam sejarah Indonesia?

Senin, 25 November 2013

MELEBIHKAN ORANG LAIN ATAS DIRI SENDIRI

Saber Community
Penyapu Ranjau
Pahlawan Jakarta, Penyelamat Sesama

Penulis: Saber Community & Diyah Kusumawardhani
Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: x + 182 hlm
Penerbit: VisiMedia Pustaka
ISBN: 979-065-196-1
       
“Ngapain keluar malam-malam Cuma buat ngumpulin paku? Orang kurang kerjaan,” (hal.35)

Apa yang saya pikirkan, jika mendapati diri tertimpa musibah di jalan? Musibah seperti.. ban sepedamotor yang sedang dikendarai tertusuk ranjau paku saat berangkat atau pulang dari aktivitas. Sementara untuk mencapai tukang tambal terdekat harus mendorong motor. Belum lagi harus merogoh kocek tak sedikit. Jika ini terjadi di malam hari, entah apalagi yang akan terjadi. Apalagi belakangan diketahui, paku-paku yang menggembosi ban-ban di jalan itu sengaja ditebar orang-orang yang mencari keuntungan lewat cara kotor. Kesal sudah pasti. Marah tentu saja.

Rabu, 16 Oktober 2013

Untuk Truk Pembawa Cinta, Harapan, dan Konsistensi


Judul : Di Bawah Bendera Merah
Penulis : Mo Yan
Penerjemah : Fahmy Yamani 
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Juli 2013

Sebagian orang anggap cerita orangtua bisa sangat membosankan. Bagiku, sebosan apapun, selalu ada petikan pelajaran dari mereka yang lebih dulu merasakan banyak manis-getir kehidupan.


Pengabdian Perempuan untuk Profesinya



“Maksud saya, mengatasi kemiskinan , sistem sosial, dan adat jauh lebih mendesak daripada membuat kemajuan dalam perawatan medis,” – ginko (hal. 287)



Ada banyak kisah hidup perjuangan perempuan di dunia melawan patriarki, dan yang bermain cantik salahsatunya adalah Ginko Ogino  (1851-1913). Mengidap penyakit yang begitu aib tidak membuatnya menyerah pada keadaan. Apa yang tidak mematikan malah membuatnya kian kuat. Sakit dan perih melecutnya menjadi seseorang dengan profesi terhormat, di mana belum ada satupun perempuan Jepang meraihnya; berhasil menerobos birokrasi Meiji demi secarik lisensi kedokteran dan membuka klinik kebidanan dan ginekologi.

 

Sample text

Sample Text

Sample Text