Social Icons

Pages

Minggu, 18 Desember 2016

SIWA: Kisah Mitologi Untuk Hari Ini

Judul buku: Siwa (Shiva Trilogy #1)
Penulis: Amish Tripathi
Penerjemah: Desak Nyoman Pusparini
Penyunting: Shalahuddin Gh
Penggambar sampul: Umam Bucah
Penerbit: Javanica
ISBN: 978-602-6799-15-9
Cetakan pertama, Oktober 2016

Penyampaian kembali ide – ide dari manuskrip suci ke dalam sastra yang  menyasar pembaca hari ini memang harusnya tidak sekadar berkemas kekinian, memercikan kesegaran di sanasini, tapi juga harus dikembalikan ke dalam semangat sejatinya. Ia membawa makna yang masih relevan menembus milenium. India pernah menyumbang kejayaan peradaban dunia, jadi harus ada menyisakan sesuatu habis membaca karya kotemporer yang mengangkat kembali naskah-naskah klasiknya. Kalau tidak, di mana gregetnya? Kau sudah meminjam kekuatan dewa, kalau tidak menggetarkan gunung, menggulung samudera, ya buat apa?  

Senin, 09 Mei 2016

Mujur adalah Ilham yang Di-ikhtiar-kan

The Click Moment: Seizing Opportunity In An Unpredictable World

Published: 2012
Format:Paperback, 246 pages
ISBN: 978-0670-92239-0
Publisher:Penguin UK


Kita sudah sama paham rumus sederhana untuk sukses adalah: kerjakeras plus keberuntungan. Tapi Frans Johansson bilang, justru faktor keberuntungan berperan sangat kuat di ramuan formula tersebut. karena di situlah “momen klik” muncul.

Senin, 05 Oktober 2015

[BAGI BUKU CUMA-CUMA] Satanic Finance karya A. Riawan Amin

Salam, rekan bloggers! Apa kabar? Sudah lama ya, sejak perayaan hari jadi BBI yang ke-4, baru bisa mengaktualkan lagi blog ini. Itu juga berkat surat admin BBI yang mengingatkan kembali. Terima kasih dan maaf ya.  Baiklah, begini. Untuk menebus abainya saya lama tak posting, saya akan memberikan GIVE away.

Jumat, 10 April 2015

[BBI 4TH ANNIVERSARY] Enter the Magical Realm >>> Time Travel : Miss Peregrine's Home for Peculiar Children


bahwa buku ini akan dijadikan filem oleh tim burton, sudah cukup membuat penasaran utk membacanya. meski ternyata tidak se-creepy yang di dijanjikan trailer book-nya, ia punya premis unik. yap betul, gabungan x men first class, tema time travel, berbumbu gloomish vintage. latarbelakang penulis yang sarjana film membuat narasinya begitu sinematis, saya sampai membayangkan  wah burton bakal bikin yg gw bayangkan gini gak ya?  

Selasa, 07 April 2015

[BBI 4th Anniversary] [Underrrated] [GA HOP] DARK LADY by Mike Resnick

Saya dapat buku ini sekitar awal 2000an. Kawan SMP saya menawarkan cuma-cuma beberapa novel -entah koleksi siapa- yang diturunkan dari loteng. Hampir semua berilustrasi pasangan romantis, kecuali satu buku yang sampulnya langsung memikat. Misterius . Seperti menyimpan banyak hal yang belum sepenuhnya diungkap. Tentang masa lalu, kini, dan yang akan datang. Jadi saya hanya ambil buku ini. Ini buku harus bagus karena saya sudah kadung jatuh hati dengan perempuan yang menghias sampulnya. Dan betul saja. Its compelling. She's intriguing.



Rabu, 01 April 2015

Enter The Magical Realm >>> Time Travel (with GA)

sumber:foto
WIKIPEDIA menyampaikan, pengertian Time Travel (Perjalanan Waktu) adalah sebuah konsep berjalan maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu, mirip seperti kita bergerak dalam ruang. Ini berbau Fisika, Namun bahasan ini justru tidak populer di kalangan fisikawan, karena banyak anggota komunitas ilmiah percaya, perjalanan waktu itu kemungkinan besar tidak mungkin.


Kamis, 19 Maret 2015

[Event] Around The Genres in 30 days : Science Fiction - Fantasy



selamat, selamat datang di blog sepi saya. moga dengan mengikuti  kegiatan ini, akan segera merubahnya. Blogger Buku Indonesia (BBI) pada 13 April mendatang genap 4 tahun. Saya baru bergabung di komunitas ini kemarin, so, yeah, umm,  not much to tell juga... 


Senin, 09 Maret 2015

Parodi Kita Dalam Komik

Komik bernuansa kritik sosial, memotret tingkah-polah masyarakat dalam bingkai kejenakaan, makin digandrungi, khususnya bagi komikus. Selain Oretan gambar yang bisa simpel tidak perlu detil,  inspirasi datang bisa dari mana saja, asal kita jeli mengamati tingkah kehidupan. Yang penting pesan tersampaikan dalam bahasa yang sederhana, karena yang lainnya sudah ditopang kuat oleh gambar.

Jumat, 06 Februari 2015

Hujanlah Lain Hari… Karena Payungku Tak Mengembang


Cerita diawali dengan intrik-intrik dalam keluarga  Jangwoo yang memegang teguh kejujuran walau hidup dalam  kekurangan. Awal pertemuan Shim Jangwoo dan Geum Janhwa saat kecil karena ayah mereka bersahabat. Tragedi yang menimpa orangtuanya bersamaan dengan langit yang menangis, membuat Jangwoo benci pada hujan.

Rabu, 28 Januari 2015

Kendalikan Winterflame, Kuasai Vandaria!

Jika kau tinggal di kota yang dipaksa kejam akibat abainya para pemimpin, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah merawat persekutuan solid. Sedikitnya dengan 2 orang. Karena kau tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Dikejutkan kondisi-kondisi yang melecut ke kejadian berikutnya, menyelesaikan satu masalah untuk menghadapi masalah berikutnya, begitu seterusnya. Bertahan hidup lebih seru jika dilalui bersama sahabat seperjuangan. 

Rabu, 18 Juni 2014

Pesantren Pusat Perjuangan

Mengajak hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bukannya tanpa perhitungan yang matang. Semangat muda meluap diselip amarah meletup kerap berakibat gerak jadi tak elok, cenderung ceroboh, lalu masuklah ke perangkap.


Senin, 17 Maret 2014

Memangnya Apa yang Bisa Dipelajari dari Masjumi?

Judul: Belajar dari Partai Masjumi | Penulis: Artawijaya | Penerbit: Pustaka Al Kautsar, Februari 2014 |  sumber foto: hidayatullah.com
Apa yang bisa dipelajari, dari partai yang baru lima tahun berdiri mampu menjadi tiga besar partai politik di pemilu paling demokratis dalam sejarah Indonesia?

Senin, 25 November 2013

MELEBIHKAN ORANG LAIN ATAS DIRI SENDIRI

Saber Community
Penyapu Ranjau
Pahlawan Jakarta, Penyelamat Sesama

Penulis: Saber Community & Diyah Kusumawardhani
Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: x + 182 hlm
Penerbit: VisiMedia Pustaka
ISBN: 979-065-196-1
       
“Ngapain keluar malam-malam Cuma buat ngumpulin paku? Orang kurang kerjaan,” (hal.35)

Apa yang saya pikirkan, jika mendapati diri tertimpa musibah di jalan? Musibah seperti.. ban sepedamotor yang sedang dikendarai tertusuk ranjau paku saat berangkat atau pulang dari aktivitas. Sementara untuk mencapai tukang tambal terdekat harus mendorong motor. Belum lagi harus merogoh kocek tak sedikit. Jika ini terjadi di malam hari, entah apalagi yang akan terjadi. Apalagi belakangan diketahui, paku-paku yang menggembosi ban-ban di jalan itu sengaja ditebar orang-orang yang mencari keuntungan lewat cara kotor. Kesal sudah pasti. Marah tentu saja.

Rabu, 16 Oktober 2013

Untuk Truk Pembawa Cinta, Harapan, dan Konsistensi


Judul : Di Bawah Bendera Merah
Penulis : Mo Yan
Penerjemah : Fahmy Yamani 
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Juli 2013

Sebagian orang anggap cerita orangtua bisa sangat membosankan. Bagiku, sebosan apapun, selalu ada petikan pelajaran dari mereka yang lebih dulu merasakan banyak manis-getir kehidupan.


Pengabdian Perempuan untuk Profesinya



“Maksud saya, mengatasi kemiskinan , sistem sosial, dan adat jauh lebih mendesak daripada membuat kemajuan dalam perawatan medis,” – ginko (hal. 287)



Ada banyak kisah hidup perjuangan perempuan di dunia melawan patriarki, dan yang bermain cantik salahsatunya adalah Ginko Ogino  (1851-1913). Mengidap penyakit yang begitu aib tidak membuatnya menyerah pada keadaan. Apa yang tidak mematikan malah membuatnya kian kuat. Sakit dan perih melecutnya menjadi seseorang dengan profesi terhormat, di mana belum ada satupun perempuan Jepang meraihnya; berhasil menerobos birokrasi Meiji demi secarik lisensi kedokteran dan membuka klinik kebidanan dan ginekologi.

Saya 'Dijewer' Komik


Identitas sebagai seorang muslim sudah seharusnya selalu menjiwai di tiap kerja dan karya. Sehingga yang keluar merupakan hal esensial, konstruktif, menggerakkan dan membawa kemaslahatan. Tak terkecuali bagi komikus. Komik untuk sebagian orang hanya bacaan ringan atau hiburan senggang yang diletakkan di kolom belakang surat kabar. Namun di tangan seorang muslim, tiap strip komik adalah pesan kenabian yang dibalut ringan dan kocak tanpa bermaksud menggurui.


Secara Virtual Juga Spiritual

Jiwa sosial bisa dilatih. Bagaimana caranya? Mudah. Jangan berpikir lama untuk berbuat kebaikan. Spontan. Seperti angin yang berhembus. Lakukan saja. Niatkan hanya untuk ridhaNYA. Mas Agus tidak pernah berencana akan membuat Rumah Amalia, sebuah oase  di antara kegersangan ibukota. 


Kabarkan Dunia, Banditbandit Budiman Telah Kembali!

Ketiga kepala perampok  terkejut.
                “Mengapa kau membakar rumah ini? Apa karena akan melindungi kami?"
“Bukan. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa aku tidak terlibat dengan semua ini. Kejadian malam ini membuatku seolah telah menjebloskan kalian ke dalam perangkap.”
“Jangan bercanda. Apa yang terjadi, kami tidak akan berpikir bahwa saudara Naga Sembilan-lah yang telah memasang perangkap untuk kami. Tunggu. Jangan dibakar.”
Sambil berteriak, mereka meletakkan tangan di belakang punggung untuk menunjukkan bahwa mereka sudah pasrah.
“Kami sudah menyusahkanmu yang telah berbuat baik dan mau berteman dengan kami kaum perampok. Sekarang waktunya bagi kami untuk menyerah. Silakan ikat kami dan serahkan kami kepada petugas kabupaten.”

                                                              ***


Saat Pemerintahan Dinasti Sou, di bawah Kaisar Ki Sou yang sewenang-wenang, kekacauan dan kebusukan merambah keseluruh penjuru negeri. Orang-orang mulai merasa bodoh apabila melakukan pekerjaan yang benar dan wajar, yang pada gilirannya  membuat mereka berkeinginan menghirup udara dunia liar semau mereka. Terbentuknya sarang-sarang perampok di atas gunung tentunya juga akibat kebusukan Pemerintahan Kaisar Sou tersebut.

Namun dalam kelamnya dunia kejahatan ternyata masih berpendar setitik cahaya (atau lebih tepatnya: 108 titik cahaya). Sebagian bandit punya prinsip tidak merampok kecuali kepada pejabat dan orang kaya saja. Bahkan demi tegaknya keadilan, seseorang rela berkorban untuk orang lain. Sehingga Shu Bu, Chin Tatsu dan You Shun tidak habis pikir dengan Shi Shin yang rela membakar warisan leluhurnya selama ratusan tahun demi melindungi mereka; tiga berandalan dari gunung yang baru dikenalnya. Tiga pemimpin perampok yang pernah hendak merampok rumahnya. 

Semua memang sudah suratan dari langit. Keputusan Shi Shin keluar dari zona nyaman, justru membuka jalan untuk menempuh petualangan-petualangan seru dan menegangkan. Satu persatu bertemu bagaikan jodoh, saling menguatkan satu sama lain untuk menjalani takdirnya.

Meski buku ini tak banyak menyajikan aksi laga yang deskriptif, kehadiran karakter- karakter jagoan yang anti-hero sempat menimbulkan ‘sympathy for the devil’. Bahwa mereka merampok bukan tanpa alasan.  Demi bertahan hidup di antara kepungan pimpinan lalim dan para abdi istana yang korup. Mereka pun harus tetap waras di tengah ketidakwarasan. Bahwa keadilan sejati adalah mengubah jeritan menjadi senyum kebahagiaan.  

Shin Suikoden merupakan upaya penuturan ulang Eiji Yoshikawa akan kisah klasik Cina, Suikoden (Batas Air). Buku yang diterjemahkan langsung dari bahasa Jepang ini, merupakan pengobat rindu para penggemar penulis magnus opus Mushashi. Ini adalah kisah Shi Shin dan para bandit budiman titisan 108 bintang yang akan melakukan perubahan besar, meski harus menempuh jalur di luar hukum yang berlaku. Jadi, kabarkan kepada dunia. Para bandit budiman telah kembali!

AW.

============

Judul :             Shin Suikoden Petualangan Baru Kisah Klasik Batas Air (Buku 1)
Penulis:           Eiji Yoshikawa
Penerjemah:      Jonjon Johana
Penerbit:           Kansha Books (a division of Mahda Books) 2011
Tebal:               486 halaman      
ISBN:              978-602-97196-1-1          

not your average islamic novel

buku ini tdk menjanjikan jalinan cerita khas novel-novel islami populer (sudah diwantiwanti di sampul depan: 'bukan novel biasa').tapi lebih kepada pesan-pesan yang ingin disampaikan lewat dialog dan debat antara Rahmat dan Kemi, atau Rahmat dan dosen2 liberal. cerita mengalir begitu cepat, tidak ada pendalaman karakter, seperti hendak segera mempertemukan pembaca kepada paragraf-paragraf esensial sebagai counter attack terhadap pemikiran pluralisme, multikulturalisme, dsb.


 

Sample text

Sample Text

Sample Text